Minggu, 08 Juli 2012

catatan untuk GARUDA II titik SATU


Ini cerita ku, apa cerita mu?
By : Suherman Sinaga

Nama saya suherman sinaga, kalau di kampus di panggil Naga, kalau di kost di panggil herman kalau di twitter di panggil Rehanno banyak ya panggilan saya hehhehe. lahir di tempat tidur tepat tanggal 02 juli 1991 saya ulangi 02 juli 1991 cukup! Peranakan campuran ayah batak dan ibu saya jawa. Ya jadilah saya yang SERU YA!!! J saya punya motto hidup “tersenyumlah dalam setiap langkah, sebelum senyum itu dikenkan tarif” itu motto ecek2nya tapi motto yang sesungguhnya “cup cup ajinamotto” hehhehe J  saya kuliah di USK tepatnya di FISIP jurusan SOSIOLOGI yang insya Allah jika selesai nama saya akan banyak S-nya lho yaitu Suherman Sinaga S.Sos jadi siapa saja yang dekat saya pasti akan sejuk hatinya. Ikut baksos karena gak sengaja aja saya melihat sepanduk yang begitu besar tertulis bahwa akan diadakan Baksos di daerah Aceh Tamiang dan Aceh Timur, pas banget donk!!! Itu kan daerah asal saya semua, Aceh Timur adalah daerah kelahiran. Sementara itu, Aceh Tamiang tempat saya menuntut ilmu hitam ehh salah menuntut ilmu di jenjang pendidikan SMA maksudnya J hanya itu sekilas tentang saya... mau tau lebih lanjut hubungi dokter!
Titik satu!!! Lokop.. Lokop... Lokop.... huhhhh....
Apa ya??? Kalau ingat kata lokop sudah kehabisan kata2 deh untuk ngungkapinya.. tapi yang pasti kata pertama yaitu SERU YA!!! Rame,,, ceria,,, heboh,,, lebay,,, yang pasti untuk lokop saya benar2 menjadi orang lain. Di sana saya harus menghibur diri saya sendiri dengan lelucon yang terkadang saya sendiri males dengernya... tapi setelah itu saya harus mempertahankan jati diri itu saat saya bersama dengan teman2 titik satu lokop.. lokop... lokop... huhhhh... jujur saya adalah orang yang paling males banyak ngomong di depan orang lain.. karena biasanya kalau gak saya yang tersinggung orang lain yang akan tersinggung... tapi untuk lokop saya gak tau,, saya enjoy aja dengan lawakan yang saya ucapkan.. special for bg Ahmad Dekar sorry ya banyak ngeledeki abang,, bang coki juga maaf ya atas kekhilafan saya melihat sesuatu di atas kepala mu J dan semua relawan yang sama2 berjuang untuk masyarakat lokop yakinlah kita akan menjadi yang terbaik... J “BE THE BEST FOR OUR LIFE” OK!!! Jangan terharu gitu donk bacanya...
Seru ya!!! Iya donk apalagi ada saya suherman sinaga,, kalau jumpa sama saya jangan sombong ya..  hai herman lagi apa??? Beli sayur ya?? Yang pasti banyak cerita yang telah terukir dalam hati dan tertulis dalam benak ku untuk lokop.. para relawan yang super duper hebohnya... anak2 yang luarbiasa ributnya.. ohh,, sungai yang mengalir deras menghanyutkan keegoisan... air panas yang melunturkan kesombongan ku... juga tingginya gunung yang menyadarkan ku akan kebersamaan, hidup saling bahu membahu.. dan air terjun yang menyejukkan jiwa yang tak tenang... gemuruh air terjun menjadi nada2 indah setian pendengaran dan teriakan2 angin menjadi alunan tak berdawai,,, hmmmm lokop.. SERU YA!!!!
Tujuh hari bukanlah waktu yang lama untuk kita saling mengenal,, tapi butuh waktu tujuh abad untuk bisa melupakan setiap tawa, cela, canda dan bahkan terkadang air mata... ada gak ya yang nangis???? Ohh,,, ada,,, mama pulangggg,,,, mau pulang kak!!! Hehhehe,,, ini cerita ku, apa cerita mu??


Infrastruktur yang multitalent!
Siapa ya???? Kasih tau gak ya.. orang nya siapa???? Yayayyayaya.... tebakan anda semua salah yang multi talenta itu saya hahahaha #kemudian hening J ehmmmm,, ehmmmm cek,,, cek,,,, 1,,, 3,,,, di coba... dari semua divisi itu saya ada lho gak percaya ??? itu ada kok dokumentasinya di komputer pema. ne petunjuknya... sambungkan semua kabel komputer ke listrik... hidupkan komputer, buka data D,, pilih folder DPH (klik) lalu buka folder relawan garuda lokop. Kemudian chek semua foto2 yang ada, siapa yang yang paling eksis... J saya donk,, hahhaha SERU YA..!!!


Titik satu! Lokop.. Lokop... lokop... huhhh
 
Masih banyak yang lain, tapi gak di share semua nanti pikirnya RIA menyombongkan diri. Jadi sekedarnya saja J
 
















Seuntai kata
Salam hangat ku untuk semua sahabat relawan GARUDA II titik satu J kalian menjadi insfirasi baru ku J ... tak pernah terbayang sebelumnya bertemu dengan  kalian semua yang sangat luar biasa.
Untuk.....
Pak kortik,,, Bg Abdullah Azmi, terimaksih banyak telah membimbing kami semua selama berada di lokop...
Oh,,, bang Budi Kordiv Insfrasturuktur, walau tong sampah kayak produk gak jadi tapi tetap seru ya bang,,, inovasi baru tu apa yang kita buat... hheheh kita???? Kayaknya abang aja yaa!!! Oya saya masih kepikiran dengan rak buku untuk divisi pendidikan bang kayaknya mau roboh tu,,, J
Hmmm,,,, ustadz syamsudi, mahmudi deng!!! Makasih ustadz your the best.. seru sama ustadz tau menempatkan mana yang bathil dan yang haq ... hmmm ngomong apa sih J
Ohhh,,,, so...!!!! sweet.... bg dekar..... seru ya!!! Kalau udah ada bg dekar.. serasa gimana gitu J jgn pernah berubah ya,, tetap menjadi bg dekar yang murah senyum,,, J
Lala yeye lala yeye... hai bg cokiiiiiiiiiiiii..... #kemudian hening. Saya buka salon lo mau di creambath??? Atau di tumis aja tu rambut kayak brokoli sih J hehehehh peace!!!!!!!!!!!!!!!!
Atu lagi ne,,, hai bg nasir,,,,,, jawaban “kok bg nasir??? Basirrrr!!!!!” tapi saya gak suka ama basir suka nya ama nasir J hahhaha just kid ya jangan pernah masuki dalam hati, masuki aja dalam perut terus buang lewat>>>>> lewat mana ya kasih tau gak ya???? Gak usah aja ya,,,
Untuk semua ,,  hai,, bg resi, ramadhan, tanjil, zama, rona, husni, ali, bang meggi A dan meggi B meggi Z udah meninggal ya,,, kita tetap seru ya... kalau jumpa sama saya jangan sombong ya,,, hai herman lagi apa??? Beli sayur ya??? Hhahah,,,,
Wow... wow... wow... ada yang ketinggalan ne,,, jamaah oh,,, jamaah,,, alhamdulillah,,, bg said maulana ... seru ya... tarian garuda regenya,,, semoga bisa go green ya... ehhhh go internasinal maksudnya J
Ahaaa,,,, dari ibu2nya ada juga lho... hai kak irian>>>>>>>> hai kak saura>>> seru ya,,, kalau jumpa saya jangan sombong ya,, hai herman lagi apa?? Beli kosmetik ya???
Untuk semua keluarga besar relawan Garuda II titik satu Lokop.. Lokop... Lokop.... huhhhh... saya mohon maaf jika selama kegiatan ada melakun salah, baik yang di sengaja dan tidak di sengaja ya,,, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah dan segala kekurangan itu datangnya dari saya walau kita manusia adalah makhluk paling sempurna namun kita itu insan yang tempatnya salah dan dosa.. terimakasih kepada semua pihak saya suherman sinaga mengucapkan ,,, wassalamu’alaikum wr.wb... dada.... dada.... dada,,,... SERU YA!!!!!!!!
Saya pesembahkan sebuah puisi untuk kita semua,,, walau tak sebagus chairil anwar tapi cukuplah untuk nakut2i tikus ayo siapa yang di kost nya banyak tikus??? Bacakan puisi saya ini,,, pasti akan lari semua,,, tikus... kecoa,,, kutu,,, nyamuk,,, bahkan ibu kost yang cerewet semua kaburrrrrrrr.... denger puisi ku!! J

Puisi
Awan menari di dinding langit,
Angin melantunkan nada tak berdawai..
Burung kabar sebuah cerita..
Cerita tentang kita, kita yang selalu ada dalam mihrab-Nya

Belenggu waktu menyiksa, jarum jam menusuk jiwa...
Kesakitanku hilang saat kau ada, kesusahanku hancur karena senyummu
kau... kau bagai fatamorgana,,, serasa ada namun tak ada...
Tapi cinta kasihmu itu nyata...

Pelangi tersenyum indah... hujan tak lagi ada...
Mentari terus kisahkan sinarnya,
rembulan dan bintang terus berdampingan,,,
Dan.. malam akan tutup semua cerita,
hingga pagi kabarkan kisah yang baru

karena kita saling menyayangi karena Allah... maka sempurnalah cinta dan kasih kita untuk selamanya.. sahabat ku.. jadilah yang terbaik untuk dunia dan akhirat mu!!
@kamar tidur, juli 2012

Senin, 28 Mei 2012

cerpen "hukuman mati untuk TKW"


Hukuman Mati untuk TKW
By : Suherman Sinaga

Tokoh-tokoh
Aminah
Aisah
Ahmad
Afifah
Habib
Julaika
2 algojo


Malam itu di rumah sederhana berdinding papan yang sudah terlihat rapuh. Malam itu adalah malam terakhir bagi Aminah, Ahmad (suami) dan Aisah (anaknya) untuk menikmati kehangatan bersama. Karena, esok Aminah akan pergi ke Negeri orang untuk menjadi TKW.  Rasa sedih menyelimuti hati mereka. Rasa tak iklas meninggalkan suami dan anaknya yang masih kecil itu. Namun keadaan harus paksakan Aminah relakan semuanya Ia harus tinggalkan semua kehangatan, keceriaan dan kebersamaan keluarga kecil mereka. Hujan rintik-rintik di malam itu menambah suasana haru biru di ruang kecil rumah sederhana mereka.

Aisah          : (duduk di pangkuan Ayahnya, menangis) Ayah, ibu jahat ia
  akan tinggali Aisah dan Ayah di sini sendiri.
Ahmad        : (meyakinkan anaknya, mengelus kepala Aisah) sayang, jangan
  bicara seperti itu ya nak! Ibu enggak jahat. Dia akan berjuang
  untuk kita nak! Untuk kehidupan keluarga kita, Aisah dengar
  ayah, Aisah mau sekolah kan?
Aisah          : sekolah??? Asyik...!!! Aisah mau sekolah Yah, biar jadi
  orang pinter. (lari memeluk ibunya yang berdiri di dekat
  jendela) ibu janji ya mau sekolahkan Aisah, dan ibu janji
  kalau  jauh dari kami jangan pernah lupakan Aisah dan Ayah.
Aminah       : (menahan airmata) iya sayang! Ibu janji, bukan hanya untuk
  adek sekolah. Tapi, rumah ini akan ibu buat jadi istana dan
  sawah yang tergadai itu akan kita miliki lagi.
Ahmad        : (mendekat pada Aminah dan Aisah) minah ma’afkan aku,
  tidak menjadi kepala keluarga yang baik untuk kalian. Aku
  tidak berguna!
Aminah       : mas, jangan bicara seperti itu, aku iklas mas. Ini aku lakukan
  untuk kebaikan kita semua mas, jangan berpikiran yang
  macam-macam. Do’akan saja aku sanggup menjalani nya.


Waktu berlalu...
Larutnya malam menjadi saksi kebahagiaan keluarga kecil itu yang  harus terenggut oleh keadaan yang memaksa, malam telah menelan sebuah kisah dan pagi berikan cerita baru untuk mereka. Pagi punya sebuah mentari yang indah namun sinar itu tak menghangatkan hati Aminah, suami dan anaknya. Mereka bersedih harus terpisah oleh ruang dan waktu yang tak tahu sampai kapan dapat merasakan kehangatan bersama lagi. Hati Aminah beku, bibirnya kelu dan sekujur tubuhnya serasa kaku memandang keluarga kecil yang akan ditinggalkannya itu. Namun, tekad Aminah sudah bulat, dia rela meninggalkan keluarga kecilnya demi kehidupan yang lebih baik walau itu masih di angan-angan. Namun, niatnya tulus pergi menjadi TKW untuk merubah keadaan keluarga kecilnya itu. Sekejab mata Aminah sudah berada di negeri tempat seluruh umat muslim menyempurnakan keislamannya. Berjuta rasa terlintas di benak Aminah saat menginjakkan kaki di rumah majikannya. Hanya dengan mengenakan pakaian seadanya, sendal jepit yang menjadi alas kakinya dan menggendong tas pakaiannya. Seolah tak dapat melangkah rasa kagum yang luar biasa melihat rumah majikan yang begitu besar hanya di huni oleh sepasang suami istri yaitu Habib dan Afifah, Aminah berpikir kalau rumah ini ada di kampungnya maka orang sekampung akan cukup tinggal di dalam rumah ini. Aminah hanya berdiri diam tanpa kata di ruang tamu yang begitu besar.

Afifah          : (tanpa kata-kata mendatangi Aminah, membawa alat pel
  lantai dan melemparkan kepada Aminah)
Aminah       : (sudah tau maksud majikan ia pun langsung mengerjakan
  tugasnya ) ya Allah mudah-mudahan ini bukan awal yang
  buruk.
Habib          : (melintas di depannya dan melemparkan senyum dingin
  kepada Aminah)
Aminah       : (ia pun membalas senyuman majikannya itu)
  assalamu’alaikum tuan!
Habib          : (hanya mengangguk)

Aminah iklas mejalani pekerjaannya walau dirasanya sangat berat ia harus mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga sendiri. Dengan kebiasaannya menjadi ibu rumah tangga yang selalu mengabdikan hidupnya untuk suami dan anaknya aminah sudah terbiasa namun ini terasa berat karena rumah yang begitu besar ia harus bekerja ekstra. Namun, untuk urusan masak-memasak tidak diragukan lagi ia sudah sangat mahir. Habib sangat menyukai masakan Aminah hal ini menjadikan Afifah cemburu terhadap Aminah dan sering berlaku tidak baik terhadapnya. Dan kecemburuannya itu memang benar adanya ternyata Habib menaruh birahi terhadap pembantunya.

Aminah       : (duduk di atas sajadah berdzikir dan berdo’a) ya Allah,
  kuatkan hati hamba menjalani semua ini. Sebenarnya hamba
  tidak tega meninggalkan suami hamba dan si kecil Aisah.
  Ya Allah, ini hamba lakukan demi kebaikan keluarga kecil
  kami. Hamba berkeinginan Aisah anakku dapat bersekolah
  agar menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan agama-Mu
  ya tuhan ku.
Habib          : (datang dari belakang dan mendekap mulut Aminah) tenang,
  jangan berteriak. Aku tidak akan menyakiti kamu.
Aminah       : (meronta dan berusaha sekuat tenaga melepaskan diri) tuan!
  Apa yang tuan lakukan? Perbuatan tuan ini melanggar ajaran
  agama kita tuan. Sadar, sadar tuan! Allah akan murka.
Habib          : (tak mengerti apa yang di ucapkan Aminah, dia mendekap
  erat Aminah hingga tak berdaya) ayolah! Tidak akan ada yang
  tahu. Cuma kita berdua di sini.

Sebisanya aminah melawan namun, tenaga tak cukup kuat untuk melawan majikannya yang berbadan besar itu. Selesai memenuhi nafsu bejatnya sang majikanpun pergi dan melemparkan uang Real ke wajah Aminah. Itu sebagai tanda agar Aminah tidak menceritakan kejadian ini pada siapa-siapa terutama pada istrinya.

Aminah       : (menangis) ya Tuhan! Apa salah hamba? Ketaatan hamba, apa
  masih kurang ya Allah??? Begitu berat cobaan ini ya Allah!
  Hamba telah gagal menjaga kehormatan hamba, hamba tak
  berdaya ya Tuhan ku. Ampuni hamba ya Allah.

Kejadin itu terus berulang-ulang terjadi, setiap kali selesai melakuan perbuatan bejatnya Habib selalu memberi uang Real kepada Aminah. Sudah banyak uang Real yang terkumpul di kamarnya melebihi gaji selama setahun. Sementara itu, sudah tiga bulan ia bekerja belum juga menerima gaji hasil dari kerjanya, untuk di kirimkan ke kampung. Suatu pagi Aminah di rumah sendiri ia telah menyelasaikan semua tugasnya. Dan ia pun mengerjakan shalat dhuha di kamarnya.

Aminah       : (duduk di atas sajadah berdzikir dan berdo’a) ya Allah,
  kuatkan hati hamba menjalani semua ini. Ini semua hamba
  lakukan untuk kelurga kecil hamba, suami dan si kecil Aisah.
  Walau hamba tak tega meninggalkan mereka tapi ini untuk
  kebaikan kami (Aminah mengambil uang yang di berikan oleh
  majikannya itu) apa uang ini yang harus aku kirimkan ke
  kampung untuk suami dan anakku? Tidak! Tidak! Tidak!
  (berteriak dan merobek uang-uang itu).
Habib          : (masuk tanpa permisi dan langsung mendekap Aminah dari
                     belakang) tenang tidak ada siapa-siapa di sini. Kamu harus
  melayani saya!
Aminah       : (teriak dan meronta, ia berlari mengambil gunting yang ada di
  atas meja dan menodongkan gunting itu) jangan mendekat
  tuan! Saya bukan budak yang dapat tuan perlakukan
  seenaknya.
Habib          : (tidak mengerti dan tidak memperdulikan apa yang di
  ucapkan aminah, mendekap aminah)
Aminah       : (menusukkan gunting ke perut majikannya sambil mengucap
  asmah Allah) Allahu Akbar!
Habib          : (tubuhnya terjatuh ke lantai).
Aminah       : (gugup dan menangis melihat majikannya sudah tak
  bernyawa) ya Allah, apa yang telah hamba lakukan??? Tidak!
  Tidak! Tidak!
Afifah          : (terkejut melihat suaminya tergeletak tak bernyawa, tanpa
  basa-basi ia langsung menyiksa Aminah).
Aminah       : ampun Umi, saya tidak bersalah. Saya hanya membela diri
tuan ingin memperkosa saya. Ini telah ia lakuakn untuk kesekian kalinya umi. Saya tiadak sanggup terus-terusan diperlakukan seperti itu Umi.. ampun Umi! Saya tidak bersalah.
Afifah          : (sangat marah dan terus memukuli Aminah) pembunuh! Kau
  telah membunuh suamiku. Ini pantas untuk mu!
Aminah       : (memohon) tidak Umi, saya berbicara benar. Saya hanya
  membela diri.
Afifah          : (terus memukuli Aminah)

Aminah di jebloskan ke penjara...
Sesuai dengan hukum yang berlaku di Arab nyawa di bayar nyawa. Dengan segala upaya dan daya Aminah menjelaskan semua yang sebenarnya terjadi. Namun apalah daya seorang yang tidak punya wewenag dan uang untuk membayar pengacara sebagai pembela atas kasusnya. Ia juga tidak mengerti bahasa Arab sehingga apa yang ia katakan di pengadilan tidak seorangpun yang paham akhirnya hukuman mati di jatuhkan untuk nya. Ia mendekam di penjara menanti ajalnya, ia akan di hukum mati. Algojo telah siap untuk memenggal lehernya memeisahkan kepala dari badannya. Namun Aminah tidak patah semangat ia tetap berharap pertolongan Tuhan untuk menyelamatkan agar ia dapat berkumpul lagi dengan keluarga kecilnya yakni suami dan si kecil Aisah.

Aminah       : (duduk di sudut ruang jeruji besi sambil berdzikir)

Terdengar suara pintu terbuka, berdiri seorang wanita di pintu itu.

Aminah       : (perlahan mengangkat kepala melihat ke arah pintu dan
  menundukkannya kembali) aku tahu kedatangan kamu ingin
  menyalahkan saya juga kan? Tak ada yang percaya, semua
  mengira saya berbohong. Saya berkata jujur! Saya hanya
  membela diri. Kenapa tidak ada yang percaya dengan orang
  miskin? Orang-orang lebih percaya dengan orang yang
  mempunyai kedudukan dan punya uang. Kenapa? Kenapa?
Julaika       : (mendekati Aminah) tenang Aminah, tenang! saya Julaika.
  Saya Wartawan indonesia yang kebetulan bertugas di sini.
Aminah       : (mengangkat kepalanya) dari mana kamu tau nama saya?
Julaika       : saya melihat persidangan kamu, ma’af Aminah ini di negeri
  orang saya tidak bisa membantu banyak teralalu sulit
  urusannya. Tapi kamu tenang saja Aminah. Saya akan
  kabarkan ini pada keluargamu dan pemerintah indonesia. Ya,
  walaupun nyawamu tidak terselamatkan tapi setidaknya
  pemerintah Indonesia sadar bahwa banyak pahlawan devisa
  yang butuhperhatian dan  hukum di negeri orang ini.
Aminah       : (senang) benarkah Julaika? Hanya satu permintaanku, Tolong
  sampaikan ma’af untuk suamiku, aku tak menjaga
  kehormatan yangtelah di percayainya. Lelaki bejat itu telah
  telah menghancurkan  semua harapan kami. Dan tolong
  sampaikan kepada si kecil anakkuAisah, aku sangat sayang
  padanya. Dia harus bersekolah, jangan sampai dia menjadi
  TKW seperti ku. Dia harus menjadi anak yang pintar.
Julaika       : (memeluk Aminah dan menangis) ya... ya Aminah! Saya akan
  katakan itu semua. Saya akan ceritakan apa yang sebenranya
  terjadi pada semua orang. Allah akan berikan tempat tertinggi
  untuk mu Aminah, yakinlah walau di dunia ini kalian terpisah
  oleh ruang dan waktu Allah telah sediakan tempat untuk
  kalian kelak.

Algojo datang dan menarik paksa Aminah, waktunya telah tiba aminah akan dieksekusi mati. Ia harus relakan ajalnya tuhan telah menakdirkan kematiannya dengan keadaan yang menyedihkan jauh dari keluarga dan kepala nya harus terpisah dari tubuhnya.

Aminah       : buktikan pada dunia julaika! Bahwa aku tidak bersalah, aku
  puas telah membunuh pemerkosa itu. Aku iklas menerima  
  takdir ini.Dan aku percaya Allah akan berikan yang lebih baik 
  dari kehidupan dunia ini. Sampaikan salam dan ma’af ku
  untuk keluaraga kecilku suami dan anakku  sampaikan pada
  mereka aku sangat mencintai mereka.


Akhirnya, Aminah pun dieksekusi mati. Kepalanya dipenggal, tak terwujud impian pahlawan devisa ini untuk membangun rumahnya menjadi istana, menyekolahkan anaknya dan menebus sawah yang telah tergadai semua harapannya telah sirna. Tapi setidaknya Aminah telah mebuka mata dunia betapa pentingnya perlindungan untuk para TKW yang bekerja di Negeri orang. Aminah telah menjalani takdirnya dalam sebuah kepedihan dan semoga ia mendapat tempat yang layak di akhirat dengan ketulasan dan keiklasan yang dimilikinya.

Sekian

Kamis, 09 Februari 2012

curhat ku :)


Salam , untuk yang aku sayangi .. yaitu kamu ::::
Cinta itu anugerah yang tiada orang bisa menduganya dari Allah, tapi jika kita mencintai cinta yang salah itu adalah sebuah petaka bagi kita. Seperti apa yang aku rasakan saat ini, di saat yang lain menikmati anugerah Allah dengan saling mencintai. Aku hanya mencintai bayang-bayang semu yang tidak mungkin terjadi.
Berawal dari sebuah pandangan yang tidak ku sengaja, aku mulai merasakan getaran yang tidak biasa. Mungkin aku terlalu awam untuk cinta. Tapi, aku merasa ini suatu getaran yang berbeda aku mengagumi seseorang yang tidak akan bisa aku miliki. Kusadari siapa aku dan siapa dirimu.
Rasa itu semakin dalam. Pagi, siang, malam, pagi lagi, siang lagi, dan sampai malam lagi. Hanya kamu, kamu, dan kamu yang selalu membayangi setiap kemanapun aku melangkah. Ada rasa untuk tidak memikirkan sedetik saja tapi semua sia-sia, itu membuat aku semakin tersiksa karena cinta.
Dalam Mihrab-Nya aku berdo’a untuk tidak mencintai kamu, tapi tuhan berkehendak lain, Ia semakin mencoba keimanan yang lemah ini, aku semakin dibuat galau dengan bayang-bayang semu dari mu. Aku tak tahu harus berbuat apa, aku merasa Tuhan telah berlaku tak adil terhadap ku. Dimana orang lain dapat mencintai dengan indah aku hanya menagisi cinta terpendam ini di sudut malam yang gelap. Tak sedikit cahayapun ada untuk ku.
Semakin hari semakin ku sadari dirimu tak terganti karena kamu yang mampu buat aku merasakan sesuatu yang sangat menyiksa. Aku galau karena aku cintai mu, ku galau karena aku selalu ingin melihat wajahmu dan ku galau karena aku telah jatuh kedalam cinta yang salah dan menyiksa ini. Antara cinta dan dosa mendera dalam jiwa yang sedang dilanda cinta.

Maafkan aku yang tak wajar ini, tapi ini yang terjadi pada ku. Tuhan telah berikan cobaan yang begitu berat. Aku ingin menghuni surga-Nya yang abadi. Namun, tak kupungkiri aku inginkan hal yang dapat menghambatku tuk masuk ke sana. Tapi entahlah aku hanya bisa menagis dalam sajadah panjang ini semoga suatu saat hidayah tuhan datang untuk ku. Dan aku hidup mejalani marwahku sebagai manusia yang sempurna tanpa dosa-dosa dunia dan iming-iming kemaksiatan yang kejam ini dan hanya fatamorgana ini.
Aku pergi untuk melupakanmu, ku harap ku mampu. aku yakin pasti bisa, biarlah mentari yang menemani dalam kesendirianku menemani dalam kepedihan ini aku akan bertahan. Dan mentarilah yang ku harap beri semangat baru tuk jiwa ku dan burung—burung beri kicauan merdu tuk hidup ku ini ku tetap bertahan.
Aku selalu mensyukuri nikmat yang di berikan Tuhan pada ku mencintai mu juga suatu anugerah walau anugerah itu tak seindah langit senja biar kututup mata dengan sejuta kepedihan yang hanya aku dan tuhan ku yang tahu kepedihan ini. Ok malam semakin larut ni, mata ku sudah terasa lelah dangan pikiran yang galau karena mu aku akhiri catatan ini. Dan harus kau tau aku sayang kamu bukan sayang yang palsu tapi ku menyayangi mu sepenuh hati ku dari lubuk hati yang terdalam.
Kini aku hanya bisa berharap kau bahagia dengan yang lain dengan cinta sejati mu, sampai ke janjang pernikahan mu dan membina keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahma. Amien! Karena kebahagian mu kan menjadi bahagia ku pasti. Canda tawa amarah mu air mata ku tak akan aku sesali.
Jujur, dari hati yang paling dalam aku sangat ingin memiliki raga mu, dan menggengam hati mu untuk mencintai ku. Tapi, itu semua tak akan pernah tejadi ku hanya bagai pungguk merindukan bulan yang tak akan ku gapai. Hmmm... biarlah ku pendam cinta ini dengan sejuta harapan cinta ini akan hilang seiring waktu berganti dan tak akan menyiksa lagi. Ku harap semua bayang, angan dan bayang-bayang semu itu hilang.
Dan uniknya aku mengagumi tanpa tahu siapa nama mu, dimana rumah mu, apa status mu ... hmmm cintalah yang buat aku begini.
J senyum ini adalah salam perpisahan ku untuk mu cinta terpendamku, walau kau tak pernah tahu siapa aku tapi aku selalu memimpikan mu dalam tidurku dan maafkan aku yang telah salah mencintai mu. Thank so much GOD BLESS YOU....!!!!